jump to navigation

Berdua bersama D.I.A.M October 25, 2011

Posted by Molin in Uncategorized.
add a comment

Aku memilih berdua saja dengan Diam…

Diam mengandung banyak makna. Aku memilih diam, di saat aku sedang marah. Aku memilih diam, di saat aku sedang sedih. Aku memilih diam, disaat ingin menangis. Aku memilih diam ketika dipojokkan. Aku memilih diam karena merasa tersakiti. Aku memilih diam ketika emosi ini hiruk pikuk di hatiku. Aku memilih diam, ketika semua orang bicara. Aku memilih diam, ketika datang prasangka.

Ya diam hanya diam, meskipun mungkin diam bukan merupakan solusi, tapi diam adalah senjata ampuh untuk menahan amarah dan emosi. Hanya menahan tidak lebih, sekali lagi bukan solusi. Diam juga merupakan senjata ampuh untuk menghindari konflik. Diam juga untuk menghormati dan menghargai pendapat orang lain.

Saya dan Diam…

 

Tetap Tersenyum February 27, 2009

Posted by Molin in Uncategorized.
2 comments

Yah memang, akhir2 ini cuaca mendung dan tidak bersahabat. Tapi apakah itu suatu bencana ?? jelas bukan, bahkan merupakan suatu anugerah. Pada awalnya, aku juga tidak begitu suka hujan tapi pada kondisi tertentu sih.. Misal harus keluar rumah or lagi naik ojeg mendadak hujan. Hmpppfhhhh…  “Bang bang mendingan minggir aja dulu ya”

Tapi sekarang aku menyukainya meskipun harus kehujanan, ya aku menyukainya bahkan terkadang aku merindukannya… apalagi jika setelah hujan, muncul ciptaan Sang Maha Agung  yaitu Pelangi….  tapi sekarang koq jarang muncul ya. Kemana perginya Pelangi itu ??? Bisakah aku melihatnya saat ini untuk membuat hatiku tersenyum ?? Ya, hatiku sedang murung menahan perih yang mendalam…. Ini ga berlebihan tapi memang begitulah adanya….

Apalagi yang dicari di dunia ini?? harta ?? jabatan ?? …. yeah rite…. kehadiran orang yang baru dianggap mengancam eksistensinya. Kerja di salah satu perusahaan BUMN terbaik di Indonesia memang patut disyukuri tapi ternyata itu tidaklah cukup bagi segelintir orang yang begitu ambisius untuk mengejar jabatan setinggi-tingginya. Hmmm mungkin itu wajar untuk seorang laki2 ya, tapi untuk seorang wanita ??? yang masih berperan sebagai ibu dan istri. Bisakah kita adil ???

Mau sampe kapan ya kepuasan atau jabatan itu terpenuhi ?? sebegitu berartinyakah jabatan itu di dunia ini hingga segala macam cara dilakukan bahkan dengan menindas seseorang yang sebnarnya orang itu tidak tahu apa kesalahannya. Apa salah jika kita lebih dihargai oleh orang lain karena hasil kerja kita dibanding dengan seseorang itu yang memang kiprahnya sudah lebih lama di perusahaan ini ?? apakah salah jika memang sudah menjadi hak kita untuk mendapatkan fasilitas karena memang jenis pekerjaan kita memang butuh itu ??? dan kenapa pendatang baru dengan jabatan yang rendah seolah-olah wajib untuk hormat dan bersedia menjadi “pembantu” bagi mereka yang sudah lama dan memiliki jabatan yang lebih tinggi ???  “Hey, siapa lo ??? bos gw juga bukan !!! dan bos gw pun juga ga pernah memperlakukan gw seenak-enaknya dan Hey siapa elo yang juga sama2 anak buah dan jabatannya lebih rendah dari bos gw, seenak-enaknya aja menghina gw ???”

Take a deep breath !! be patient and it will over…. yeah i know, what can i do ??? aku ngga bisa melawan, bukan karena takut tapi lebih tidak ingin menghabiskan energi dan membuat susana menjadi tambah panas serta keruh. Diam, diam dan diam.  Hehehe tapi jujur aja perih jika makian itu terlalu sering untuk di dengarkan… Tapi di balik itu semua, i’m very thankful to God becos of this situation. Another lesson to learn…

Yah, karena semua beban ini aku bersyukur akan datangnya hujan karena merupakan salah satu kondisi doa dijabah olehNya dan meskipun pelangi itu belum muncul, hatiku masih bisa tersenyum melihat semua orang tersenyum padaku…..

Semoga badai ini cepat berlalu…..

Amien :)

Keutamaan doa dan tujuan doa February 26, 2009

Posted by Molin in Uncategorized.
3 comments

Keutamaan doa dan tujuan doa

 

  1. Keutamaan doa dan tujuan doa.

Sabda Rasulullah saw : “Doa adalah intisari Ibadah”. (HR Tirmidziy dh sanad Shahih)
dari hadits ini kita menguraikan uraian yg sangat luas, bahwa doa adalah bukti keinginan hamba untuk dekat kepada Allah, kepercayaan Hamba kepada Pencipta Nya, bukti kebutuhan hamba kepada Allah, dan merupakan bentuk kerendahan diri Hamba kepada Nya, seperti dicontohkan bahwa orang yg mempunyai harga diri, maka ia tak akan mau mengemis kepada orang lain, karena itu akan membuatnya hina dimata orang tersebut, namun hakekat penghambaan kita kepada Allah adalah merasa hina dihadapan Allah, mengemis kepada Allah, dan hal ini justru merupakan pintu keridhoan ilahi, karena selayaknya bagi hamba Allah untuk tak mengemis kecuali hanya kepada Allah semata.
dalam berdoa pun dijanjikan untuk dikabulkan oleh Allah, sebagaimana penjelasan para mufassirin bahwa setiap doa itu pasti dikabulkan oleh Allah, asalkan doanya dengan kesungguhan, telah terjadi di zaman Musa as, bahwa seorang hamba terus berdoa dan tak pernah dikabulkan, maka ia mengadu pada Nabiyallah Musa as, maka Musa as mengadu kepada Allah swt, maka Allah swt mengabarkan kepada Musa : “Wahai Musa, ia berdoa kepadaku namun hatinya bersama kambing kambingnya”.


ini menunjukkan bahwa saat berdoa, tak sepantasnya kita memikirkan harta atau lainnya, sehingga kita meminta, atau menyebut, memanggil nama Allah namun alam pemikiran kita sibuk memikirkan yg lainnya. lepas dari itu semua, beruntunglah orang yg berdoa lalu dikabulkan, dan 100X beruntung bagi orang yg berdoa namun belum dikabulkan, mengapa? karena doanya itu menjadi tabungan baginya kelak di alam kubur, atau untuk keturunannya, atau kelak dihari kiamat. Sebagaimana didalam surat Al Kahfi diceritakan ketika Nabiyallah Musa as bertemu dg Khidir as, dan Khidir menegakkan tembok yg telah runtuh, maka Musa as berkata, bila engkau mau bisa saja kita menyuruh pegawai untuk menegakkannya, mengapa harus kita yg lakukan?, maka Khidir as menjawab.., : “bahwa tembok yg runtuh ini milik dua anak yatim, dan dibawah tembok ini terpendam harta yg dipendam oleh ayah dari kedua anak yatim, dan orang tuanya adalah orang yg shalih, dan Tuhan Mu menginginkan harta itu disampaikan pada anak anak mereka setelah mereka dewasa..”.(QS Alkahfi-82).


dalam tafsir dikatakan bahwa “orang tua” yg dimaksud dalam ayat diatas adalah ayah mereka yg ketujuh, (ayah dari ayah dari ayah….hingga yg ketujuh). yg memendam harta itu dan berdoa agar Allah menyampaikannya pada anaknya, maka Allah tak menyampaikan pada anaknya, tidak pula pada anak dari anaknya, namun Allah menyampaikan (mengabulkan doanya itu) pada cucu yg ketujuh, sebab anaknya bukan fakir miskin, tidak pula cucunya, Allah terus menjaga doa orang ini hingga muncullah cucu yg ketujuh adalah dua anak yatim yg miskin… barulah Allah kabulkan doa si pemendam harta itu, mengapa?

 

Maha Suci Allah Yang Maha Mengetahui kapan tepatnya doa anda dikabulkan..


Firman Allah : “Barangkali kalian mencintai sesuatu tapi itu buruk bagi kalian, dan barangkali kalian membenci sesuatu namun itu baik untuk kalian, dan Allah Maha Mengetahui dan kalian tak mengetahui”.

ini merupakan isyarat Maha Lembutnya Allah, sebagaimana seorang ibu mengayomi bayinya. dan bila pun doa anda tidak dikabulkan dimasa hidup, maka mungkin dikabulkan untuk anak anak atau cucu anda, misalnya anda berdoa agar diberi keluasan rizki, mungkin Allah mengabulkannya atau mungkin menunda hingga saat yg tepat, dan atau kemiskinan akan menimpa putra anda, maka Allah mengabulkan doa anda untuk putra anda, atau kelak di hari kiamat.


kelak dihari kiamat ada orang orang yg sudah kehabisan amal pahalanya saat ditimbangan amal, karena mereka harus bertanggung jawab atas setiap nafasnya dimasa hidup, atas setiap huruf yg diucapkannya dan segala2nya, namun saat ia kehabisan amal pahala, tiba tiba datanglah tumpukan amal pahala yg tak dikenalnya, ia bertanya : “darimana amal ini datang wahai Tuhanku?”, maka Allah menjawab : “inilah hutang hutangku padamu wahai hamba Ku, yaitu doa doamu yg belum Kukabulkan”.


ah.. beruntunglah orang yg berdoa, karena bila tak dikabulkan maka itu adalah hutang hutang Allah kepada kita kelak… syaratnya, berdoalah dengan sepenuh hati.

 

  1. Apa manfaatnya dan tujuan dan kegunaan baca sholawat.

 

Shalawat dan shalat dalam bahasa Arab adalah satu makna yaitu doa dan para ulama membedakan maknanya adalah sebagai berikut.


Shalat kepada Allah adalah pengabdian dan penyembahan kepada Allah swt,
kalau pada Nabi Muhammad saw adalah mendoakan beliau saw. Maka dalam ayat

 

“Sungguh Allah dan Para Malaikat bershalawat kepada Nabi, Wahai orang orang mukmin bershalawatlah kalian kepadanya (saw) dan bersalamlah dg seindah2nya salam” (QS Al Ahzab 56).


a). shalawat dari Allah bukanlah berarti Allah membaca shalawat, tapi bermakna limpahan Rahmat dari Nya kepada Nabi Muhammad saw.


b). shalawat dari para Malaikat adalah Istighfar (permohonan pengampunan dosa) bagi Nabi Muhammad saw dan ummatnya saw.


c). dari para mukminin adalah doa agar derajat Nabi dan derajat mereka semakin terangkat dihadapan Allah swt

 

sabda Rasul saw : “Barangsiapa yg bershalawat kepadaku sekali maka Allah melimpahkan shalawat kepadanya 10X. (HR Nasa’i)


sedangkan satu limpahan shalawat dari Allah jauh lebih agung dari shalawat seluruh makhluk Nya, bila berkumpul seluruh makhluk dan bershalawat, apalah artinya itu semua dibanding 1X shalawat dari Allah swt.

diriwayatkan oleh Ibn Mas’ud ra Sabda Rasul saw : “Yang paling dekat kepadaku dihari kiamat adalah mereka yg paling banyak bershalawat kepadaku” (As Syifa-Qadhi Iyadh)

dan yg jelas shalawat adalah bukti kecintaan kita kpd Nabi saw, dan bukti keimanan kita kepada Allah sebagaimana ayat diatas, bahwa Allah hanya memerintahkan shalawat ini kepada orng2 yg beriman, maka orang2 yg bershalawat kpd Nabi saw adalah orang orang yg beriman.


Semoga Allah memilih kita menjadi orang yg mencintai beliau saw, dan beridolakan beliau saw, dan mencintai sunnah beliau saw, amiin

ya..ya.. tentunya dengan ikhtiar..

dan bila doa belum terkabul, ketahuilah ada Maha Raja Kasih Sayang yg mengayomi setiap kehendak kita, Dia mengayomi setiap keinginan kita dengan Kesempurnaan Ke Maha Tahuan Nya.


dalam kalimat Agung Nya : “BARANGKALI KALIAN MENYUKAI SESUATU NAMUN HAL ITU BURUK BAGI KALIAN, DAN BARANGKALI KALIAN MEMBENCI SESUATU NAMUN ITU BAIK BAGI KALIAN, DAN ALLAH MAHA MENGETAHUI DAN KALIAN TAK MENGETAHUINYA (QS AL Baqarah-216).


Dia bagaikan bahkan lebih dari kasih sayang ibu pada bayinya, memberi apa yg bermanfaat walau sang bayi tak meminta, dan memberi semua yg bermanfaat atau tak membawa mudharrat bila sang bayi meminta, dan tak memberi permintaan sang bayi bila itu membawa mudharrat, walau sang bayi meminta, menjerit, menangis, tetap sang ibu tak akan memberi bila itu akan menyusahkan bayinya, atau mungkin menunda hingga waktunya, atau menggantikannya dg yg lebih baik..

Dan Allah pun lebih….lebih…lebih… dari itu.., karena dialah yg menciptakan setiap kasih sayang di milyaran sanubari ibu di muka Bumi Nya. dan setiap kita teringat atau melihat kasih sayang Ibu pd bayinya…..itu semua merupakan cermin kelembutan Nya.

wallahu a’lam.

 

Ketika Sebuah Asumsi Mengalahkan Sebuah Kesempatan February 13, 2009

Posted by Molin in Uncategorized.
19 comments

Beberapa hari yang lalu, aku membaca note seorang teman di Facebook yang berjudul SO WHAT ?? Note itu berisikan pertemuan sepasang laki-laki dan perempuan yang memiliki gaya hidup yang berbeda. Nah isi note tersebut adalah

Apa salahnya jika dirimu menggemari buku-buku filosofis, sementara aku penikmat novel, komik, dan chicklit?

Apa salahnya jika dirimu lebih suka menghabiskan waktu dengan berdiskusi bersama rekanmu, sementara aku hanya duduk menyendiri dalam sebuah ruangan gelap?

Apa salahnya jika kau minum kopimu di warung tenda pinggir jalan, sementara aku duduk di kafe yang menyajikan kopi yang sama dengan harga 10 kali lipatnya?

Nyatanya kita bertemu juga di sini, tanpa memiliki satu daya apapun untuk saling melepaskan diri.

so, no more denying ok? mari berjuang bersama.. untuk terus saling mencintai, hingga batas kemampuan yang tak terbatas.. :)

That’s such a good note, i think. Yah memang perbedaan itu kata orang indah, tapi bagi orang lain kebanyakan, perbedaan itu dianggap sebagai masalah apalagi jika perbedaan itu memiliki deviasi yang cukup besar. Well, akhir2 ini aku melihat sebuah perbedaan itu menjadi suatu masalah.

Salah seorang teman lelakiku sedang berusaha untuk mendekati seorang wanita yang notabennya memiliki derajat yang lebih tinggi. Ah lagi2 derajat, apa sih parameter ketinggian dari tingkat derajat seseorang ??? ya apalagi klo bukan status yang melekat, seolah-olah berbagai macam status itu adalah tato di diri wanita itu. “Umm gmana ya mols ?? gw suka sih sama dia tapi….. dia udah S2, anak orang berkecukupan, ke kampus aja bawa mobil !! Sedangkan gw ??? gw baru S1, anak orang biasa2 aja dan ke kantor naik bis !!! beuhhhh mana mau dia sama gw ????

Hegh…. apa kabar donk ya sama Inner Beauty ??? well, first impression didnt work at all… jangan lupa temanku, bahwa “Luluh” adalah nama tengah wanita dan wanita yang memiliki status yang lebih tinggi juga punya perasaan. Pernah mendengar yang namanya “Sebuah asumsi bisa mengalahkan kesempatan??” well, itu quote yang memang aku buat sendiri, at least itu pernah terjadi.

Ceritanya begini, seorang pria diam2 menaruh hati kepada seorang wanita yang ya lagi2 statusnya lebih tinggi dari pria itu. Ternyata usahanya ga sebesar niatnya karena di pikirannya sudah bermunculan segudang pikiran negatif. “Ah ga mungkin dia mau sama gw” sehingga usahanya jadi setengah2 dan wanita itu tidak bisa melihat keteguhan hatinya terhadap dirinya. Alhasil pria itu berpaling dan menikah dengan wanita lain. Menjelang hari pernikahannya dia memberitahukan kepada wanita itu bahwa dia dulu menaruh hati padanya dan menceritakan bentuk perhatiannya pada wanita itu yang tidak bisa ia tunjukkan sebelumnya. Waaaks ??? dan ternyata wanita itu juga menaruh hati padanya dan ternyata wanita itu tidak peduli apakah dia lulusan S1, ke kantor naik apa or bahkan anak orang berkecukupan atau tidak… Wow, segala penyesalan berkecamuk di hati keduanya… ya balik lagi deh, klo ngga jodoh gmana donk…. Yah paling ngga, kita diwajibkan untuk berusaha bukan berprasangka. Jadi teringat Ayat-ayat cinta, kalau Allah menghendaki, pasti akan terjadi.

Kita tidak tahu tujuan hidup seseorang dan pikiran seseorang, apalagi hati seseorang. Yah dalamnya lautan bisa diukur tapi dalamnya hati siapa yang tahu… Aku pernah dinasehati oleh seorang teman di kantor, yah pastilah Bapak2. Dia menasehatiku bahwa tingkat derajat seseorang wanita atau status sosial seorang wanita yang tinggi sekalipun menjadi tidak penting atau bisa saja tidak bernilai ketika sudah menikah. Yah memang, seorang istri kewajibannya adalah mengurus suami dan anak2. Dan harus patuh dan hormat dengan suami meskipun status sosialnya lebih rendah.

Ternyata perjuangan cinta pria sekarang tidak sebesar orang2 jaman dahulu yang rela berkorban untuk memenangkan hati wanita yang dicintainya meskipun mereka memiliki status yang lebih rendah…. benerkan ???

So what klo kita beda ??? mari berjuang bersama.. untuk terus saling mencintai, hingga batas kemampuan yang tak terbatas.. :) –> nice quote Ay :)

Pantaskah ??? January 19, 2009

Posted by Molin in Uncategorized.
add a comment

Awal tahun 2009 di bulan Januari disambut dengan musim hujan. Air yang beratnya berjuta-juta ton turun dari langit melukiskan karya besar dari Sang Maha Kuasa. Subhanallah….

Di awal 2009 ini juga diwarnai oleh banjir dimana-mana, longsor, kapal tenggelam, dan yang paling perih adalah duka saudara-saudara kita di Palestina yang hingga kini dizhalimi oleh Zionis Israel.

Begitu banyak email-email, berita baik di koran dan di televisi yang mengabarkan agresi Israel ke Palestina dan derita saudar2 kita di Palestina. Kemarin sore aku membaca note seorang temanku di Facebook tentang Palestina. Ada sebuah komentar dari seseorang yang tidak kukenal. Komentar yang menyedihkan dengan kata lain menyalahkan Tuhan atas segala cobaan ini. Astaghfirullah….

Bukankan kita sepantasnya berfikir atau introspeksi diri dan bersama-sama berdoa agar cobaan ini segera berakhir. Aku pernah mendapatkan sebuah artikel dari seorang teman disaat aku memang sedang mencari petunjuk untuk menghilangkan kegelisahan hati, mencoba mencari jawaban dari pertanyaan2 yang memang tidak puas klo hanya mengandalkan logika.

Artikel itu berjudul Janganlah Berburuk Sangka Kepada Allah. Mudah2an sharing dari artikel tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua.

Segala Sesuatu Diciptakan Dengan Hikmah

Perlu kita ketahui bahwa Allah menciptakan segala sesuatu pastilah mengandung hikmah yang agung dan tidak dalam rangka kesia-siaan. Allah SWT berfirman yang artinya

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah (hanya sia-sia saja). Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka…” (As – Shood : 27).

Termasuk ketika Allah memberikan manfaat (kebaikan) atau suatu mudhorot (musibah) pada seseorang atau suatu kaum, pastilah ada hikmahnya yang sangat dalam. Oleh karenanya, kita harus selalu berhusnuzhon (berprasangka baik) terhadap segala sesuatu yang telah ditetapkan Allah kepada hamba2Nya agar kita termasuk orang yang beruntung.

Rahasia dibalik Musibah

Tidaklah Allah menimpakan sesuatu musibah kepada para hambanya yang Mu’min kecuali untuk 3 hal :

  1. Mengangkat derajat bagi orang atau kaum yang tertimpa musibah, karena kesabarannya terhadap musibah yang telah ditetapkan Allah SWT.
  2. Sebagai cobaan bagi dirinya atau kaumnya.
  3. Sebagai pelebur dosa, atas dosanya yang telah lalu.

Jangan Berburuk Sangka Kepada Allah

Sikap berburuk sangka merupakan sikap orang-orang jahiliyah, yang merupakan bentuk kekufuran yang dapat menghilangkan atau mengurangi tauhid seseorang. Perlu untuk diketahui bersama, berprasangka buruk kepada Allah dapat terjadi pada tiga hal :

  1. Berprasangka bahwa Allah akan melestarikan kebatilan dan menumbangkan Al Haq (kebenaran). Hal ini sebagaimana persangkaan orang-orang munafik.
  2. Mengingkari Qadha’ dan Qadar Allah yaitu menyatakan bahwa ada sesuatu yang terjadi di alam ini yang di luar kehendak Allah dan takdir Allah.
  3. Mengingkari adanya hikmah yang sempurna dalam takdir Allah..

Jadi tidak sepantasnya kita marah bahkan menyalahkan Allah atas segala cobaan yang diberikan olehNya. Jadikanlah ajang introspeksi diri untuk naik kelas selanjutnya. Memang semua itu tidaklah mudah karena membutuhkan proses dan waktu.

Allah tidak mungkin menzhalimi hambanya, kita sendiri yang menzhalimi diri kita sendiri karena Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang :)

artikel diambil dari http://www.muslim.or.id

Dan Kereta Itupun Berlalu… November 28, 2008

Posted by Molin in Uncategorized.
6 comments

Sore itu suara rintik hujan mengiringi degup jantungku untuk melakukan sebuah pengakuan. Sebuah pengakuan yang bertujuan untuk memperbaiki hubungan yang menurutku kurang sehat dan kurang wajar jika hubungan itu disebut sebagai hubungan pertemanan.

Aku janji bertemu dengannya di suatu tempat. Oh ternyata dia sudah menungguku dengan raut muka yang begitu tidak menyenangkan. Yah aku tau karena dia amat sangat penasaran dengan apa yang ingin aku sampaikan. Sungguh cukup sulit bagiku untuk melakukan semua ini. Sempat terbesit keinginan untuk tidak melanjutkan niatku ini, karena aku takut apa yang akan terjadi setelah ini. Tapi demi kebaikan, cepat atau lambat, benar atau salah, siap atau tidak siap harus aku lakukan. Berawal dengan niat yang baik, aku berharap hasilnya akan baik.

Seseorang ini sudah aku anggap sebagai teman baikku untuk sekian lama. Kondisi apapun bahkan di kondisi tersulitpun dia ada. Aku juga heran, kenapa bukan orang lain. Aku sempat bertanya-tanya, kenapa pas kesulitan melanda, pas dia yang ada. Ya memang itu sudah jalanNya. Tapi aku tidak sempat berfikir jauh tentang hal itu. Ya mungkin suatu kebetulan. Sampai pada suatu saat dia membuat sebuah pengakuan bahwa ternyata semenjak awal pertemuan itu, aku sudah memenuhi relung hatinya. Jrengggg !!!! Speechless, terpaku, bingung, sedangkan suara di seberang sana menunggu kata2 yang keluar dari mulutku. Dia menjelaskan semuanya hingga hal-hal yang detail yang dia lakukan untukku. Tak pernah terfikirkan olehku bahwa seseorang itu begitu perhatian padaku. Duhhh lambat banget sih processorku, kecepatannya masih kilobyte sedangkan yang lain udah megabyte. Aku masih diam dan pada akhirnya aku berkata “Maafkan aku, ngga mungkin, kita berdua sama2 tau kalau itu ngga mungkin.” Ya, aku menolaknya. Tidak ada nada menyesal sama sekali ketika aku mengucapkan penolakan itu. Kemudian kututup telpon genggamku. Ya Allah, apa jadinya kalau aku bilang “kenapa ga bilang dari duluuuu???” atau “Baiklah aku akan mempertimbangkannya dan aku rasa aku bisa mencobanya”. Tapi aku amat sangat sadar bahwa itu tidak mungkin aku lakukan.

Waktu berlalu begitu cepat setelah kejadian itu, meskipun kondisinya sudah berubah tapi dia masih ada di kondisi tersulitku meskipun tidak sering. Perhatian itu masih bisa aku rasakan, dan aku masih tetap dengan sikap penolakanku. Karena jika aku menerima perhatian itu, maka akan memperburuk keadaan.

Setahun lebih aku jarang berkomunikasi dengannya hingga suatu saat aku dipertemukan lagi. Pembicaraan ringan mulai terjadi. Hingga pada akhirnya kami sering bertemu dan menjadi dekat kembali sampai suatu saat aku merasa ada yang tidak sehat dengan hubungan ini. Aku masih merasakan perhatiannya yang dulu meskipun dia sudah meyakinkanku bahwa rasa itu sudah hilang. Yah aku pernah mendengar bahwa “Luluh” adalah nama tengah dari seorang wanita. Ya aku luluh dan itu sudah terlambat. Tidak bisa ada lagi kata “Oh ya udah klo gitu kita coba aja” yang ada hanya kata “NGGA BISA” di bold di under line klo perlu distabilo merah. Ditambah lagi dengan kalimat “Ga ada harapan untuk bisa sama2″.

Sebuah pengakuan akhirnya keluar dari mulutku, fiuhh akhirnya terlepas bebanku. Itu yang pertama, tujuanku yang kedua juga sudah terjawab bahwa ternyata dia memang sudah tidak lagi menyukaiku. Fiuhh aman. Karena sudah tidak lagi ada rasa itu kemudian aku memintanya untuk memperlakukan aku sama dengan teman2 wanitanya. Dan ternyata jawabannya tidak seperti yang aku inginkan. Dia bilang tidak bisa karena menurutnya yang dia lakukan untukku adalah hal yang wajar dan tidak berlebihan. Tetapi tidak menurutku. Dalam hati aku berkata,”berkompromilah sedikit demi kebaikan hubungan pertemanan kita” Aku menginginkan hubungan pertemanan yang aman dan nyaman, bukan dihantui rasa bersalah dan ketakutan. Mungkin rasa bersalah dan ketakutan itu muncul karena pikiranku saja. Biarlah yang penting aku ingin hubungan yang aman dan nyaman. Tampak egois bukan ??? Kadang egois harus dilakukan demi kebaikan bersama.

“Kalau begitu aku aja yang mutusin” keluarlah kata2 itu dari mulutnya. Karena aku sudah cukup lelah dan usulan aku tadi untuk berkomuniasi sewajarnya tidak ia sanggupi, kemudian aku menyerah. Aku menunggu keputusan itu dengan iringan detak janung yang berdegup kencang. “Klo gitu ga usah ada sms, telpon, bahkan chatting” ujarnya. “Awal pertemuan kita dimulai bukan karena pertemanan tapi karena maksud lain dan itu sudah tidak bisa lagi diwujudkan saat ini. Jadi menurutku, kita balik ke awal saja” Terus terang aku kaget hingga lidahku kelu. Keputusan itu membuat aku terpaku. “Mulai besok ga ada nama Molin lagi” lanjutnya. Kuatkan aku ya Allah. Keputusan itu juga lebih memudahkanku untuk menghilangkan perasaanku yang sudah datang terlambat untuknya. Tapi aku fikir itu terlalu ekstrim. Padahal aku hanya meminta untuk tidak berlebihan dan menjalankan ini apa adanya sebagai seroang teman. Ya sudahlah, aku sudah lelah, aku mengalah. He is losing a friend, dan itu sudah menjadi keputusannya.

Kemudian kami berdiri, dan keretapun berlalu dan membawa dia sebagai penumpangnya. Aku berkata dalam hati untuknya. “Aku masih disini, masih menunggu di stasiun ini jika engkau kembali kapanpun itu, aku masih di sini sebagai temanmu. Tidak akan bisa aku hilangkan, karena engkau pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupku. Maafkan aku.”

Suatu Pagi di Hari Minggu Sebulan yang Lalu November 25, 2008

Posted by Molin in Uncategorized.
2 comments

Pagi ini aku janji bertemu dengan seorang teman baikku karena dia berhutang sesuatu padaku sebuah cerita yang memang sudah aku tunggu-tunggu. Sehari sebelum bertemu dengannya, merupakan hari penting bagi dirinya yang sudah dia tunggu-tunggu selama kurang lebih dua bulan. Bisa ditebaklah bagi seorang pria lajang yang sudah cukup umur untuk menikah, moment apalagi selain menanti jawaban dari seseorang yang dia inginkan untuk menjadi pendamping hidupnya.

Hmmm aga kaget juga setelah mendengar ceritanya bahwa niat baiknya ditolak. Fiuh….. setelah menunggu sekian lama ternyata ditolak. Mungkin bagi kebanyakan orang menunggu selama itu adalah sia-sia, apalagi tanpa melakukan apapun seperti komunikasi dengan calonnya itu. Yah masing-masing orang pasti punya alasan tertentu dan aku sangat menghargainya. Menurutku, menunggu itu adalah salah satu pengorbanan yang tulus ditambah lagi selama menunggu, dia tidak berkomunikasi dengan cewenya. Padahal buat wanita kebanyakan, komunikasi adalah salah satu faktor yang menjadi bahan pertimbangan untuk melihat sejauh mana pria itu serius dan bisa memberikan keyakinan atas niat baiknya itu. Tapi ternyata temanku itu memiliki tujuan lain yaitu dia menginginkan jawaban itu benar2 petunjuk dan tuntunan dari Allah, bukan karena pengaruh dirinya…

Pagi ini aku melihat ketegaran dari seorang pria yang berusaha menerima dengan lapang dada ketetapan dari Sang Maha Mengetahui apa yang terbaik buat kita.

Masalah jodoh memang bukan kuasa kita. Untuk mendapatkan jodoh pilihan Allah SWT membutuhkan perjuangan dan menghabiskan seluruh energi baik itu waktu, tenaga, pikiran, emosi, dan mental. Bukankah untuk mendapatkan kado yang terbaik dari Allah harus melewati berbagai rintangan dan pada akhirnya ketika waktu yang tepat itu datang, hadiah itu kita terima dengan penuh rasa syukur bahkan air mata.

Saat ini mulai belajar untuk menerima sesuatu dengan ikhlas dan yakin seyakin-yakinnya bahwa Allah sudah menyiapkan yang paling indah buat kita kelak. Lelah memang, tapi merupakan suatu kenikmatan jika niat dan usaha kita tulus meskipun hasilnya tidak sesuai keinginan kita. Tapi juga merupakan anugerah yang indah dariNya untuk jadi bahan pembelajaran sehingga kita bisa lebiih menerima dengan sabar dan ikhlas.

Gadis Kecil Itu Sekarang Sudah Besar November 25, 2008

Posted by Molin in Uncategorized.
1 comment so far

Nyanyian kebangsaan perusahaanku sudah berkumandang di sore hari. Aku mulai untuk bersiap pulang, sejak kepindahanku ke bagian yang baru ini, aura lembur jarang menghampiri. Seperti biasa Jakarta macet, apalagi setelah kepindahanku ke Gambir. Makin jauh dari rumah dan jalanan yang aku lewati rata2 macet. Ya sudahlah, anggep aja tour keliling Jakarta ke bagian lain yang sudah jarang aku kunjungi.

Jam stgh 7 malam sudah sampai di pintu tol keluar Pondok Gede Barat, jrenggg… still macet. Seorang gadis datang menghampiri mobil di sekitarku sambil menjajakan roti dagangannya. Gadis itu cantik dan bersih. Dia mengenakan kaos putih, jaket, dan celana selutut. Rambutnya lurus diikat kuncir kuda. Aku tertegun melihatnya, dalam hati bergumam “Anak ini sepertinya pernah kulihat, dimana ya ??” Setelah aku perhatikan, memang raut wajah itu tampak tidak begitu asing. Aku berusaha mengingat – ingat dimana aku pernah bertemu dengannya.

Aku masih di alam pikiranku, kemudian “Mba, mba beli rotinya mba!” sahutnya. Masing-masing roti itu dibungkus oleh tempat plastik (yang biasa dibuat bungkusan nasi kuning atau nasi uduk) kemudian dicekrek. Aku mulai mengingatnya kembali,”bungkusan itu tidak berubah, masih seperti yang dulu. tapi dimana ya ??” kemudian aku tersentak karena mobilku harus mulai berjalan sambil melambaikan tanganku tanda penolakan membeli roti itu.

Di sepanjang perjalanan aku masih memikirkan dimana aku pernah bertemu dengan anak itu. Yaaaaa aku ingat !!! di sebuah pom bensin di pangkalan jati – jatiwaringin. Dan itu sudah bertahun-tahun lamanya. Memang waktu aku kuliah dulu, aku sering mengisi bensin di tempat itu dan tak jarang aku melihat anak kecil itu berjualan roti. Pernah sesekali waktu aku pergi dengan ibuku dan mengisi bensin di pom bensin itu. Anak itu menghampiri mobil kami, Ibuku langsung memanggilnya untuk membeli roti yang dijajakannya. Tak tega melihat anak perempuan sekecil itu berjualan roti. Dari penampilannya dan tutur bahasanya, anak itu baik dan sopan. Kemudian ibuku bertanya perihal sekolahnya, dan ya dia masih sekolah dan membantu orang tuanya mencari nafkah. Ah rasanya bener2 tak tega melihat anak itu. Setelah membeli roti itu, mobil kami langsung melaju pulang.

Dan kini….. gadis kecil itu sudah besar, masih seperti dulu….. masih berjualan roti, masih cantik, bersih, dan sopan…..

Tamu yang Bikin Ilfil, tapi…. November 24, 2008

Posted by Molin in Uncategorized.
2 comments

Hey….. knp sih bertamu melulu ??? cape niyyyy ngurusinnya. Ilang satu, tumbuh yang lain, trus kapan bersihnya niy??? (sigh)

Anda punya masalah dengan tamu Anda yang susah banget klo disuruh pergi ??? ya sama donk sama diriku. Tamuku ini rada2 bandel, ya apalagi klo bukan si jerawat. Huhuhuhu….. udah nyoba berbagai macam jurus belum ampuh juga. Ilang sih tapi balik lagi.

Fiuhhhh gmana niy ya Allah ??? setiap ada kaca males ngaca. Krisis PD melanda diriku…. Kadang mo marah kesel gemes, pengen banget deh bebas jerawat. Ngeluh melulu bawaannya….

Tiba2 di tengah macetnya Jakarta, aku diberi petunjuk yang bikin aku langsung diam terpaku. “Lihatlah ke sebelah kiri Lin!!!” mendadak ada suara hati yang menyuruhku untuk menoleh ke kiri. DI bawah pohon (posisi yang memang tersembunyi dari keramaian) berdirilah seorang laki2 dewasa, dia seorang pengemis. Ketika kulihat dia dengan jelas, wajahnya tidak seperti orang normal kebanyakan. Terlihat habis kebakar or tersiram air panas dan melepuh, ya seperti gadis yang diberitakan melakukan face off.

Aku langsung terpaku dan tertohok. Ternyata ada orang yang penyakitnya lebih parah dari diriku dan dia lebih tidak beruntung karena tidak memiliki biaya untuk mengobati wajahnya. Sedangkan aku ??? hanya mengeluh dan terus mengeluh. Tidak sabar karena ingin cepet sembuh. Astaghfirullah….

Maafkan aku ya Allah, sabar dan ikhlas kuncinya. Tetap semangat dan yakin sembuh, teruslah berusahaaaa mencari obat yang cocok. Glegh !!!

Dimana ya ?? Ada Koq Di Luar Sana… November 23, 2008

Posted by Molin in Uncategorized.
2 comments

Sinar mentari pagi mulai melewati celah2 jendela dan mulai menyapa…. Kubuka tuas jendela dan kuhirup udara segar. Alhamdulillah… terima kasih Sang Maha Baik ku masih diberi kesempatan untuk menyambut pagiMu…..

Hari ini mo ngapain ya ??? ummm masak aja deh, argh tapikan lagi pada keluar kota, siapa yg makan ?? Mulai membuka buku elektronikku, login YM….. senyumanku mulai mengembang…. ada ga ya ??? (sigh) ternyata ga ada, mungkin aga siangan OLnya secara semlm OLnya sampe pagi dan aku tidur duluan.

“Hoi, ngapain pagi2 gini udah OL ?? ga kemana-mana?” fiuhhh sapaan seorang teman mengagetkanku. “Hehehe, ga ada acara sih hari ini” jawabku sambil tersenyum. “Trus mo ngapain rencananya?”…… “Umm ngapain ya, pacaran kali ma notebook gw. Haahahahaha”…. Dua sampai 3 jam terlewati… masih juga blm terlihat tanda2 dia berkativitas dengan notebooknya… Heran ya knp notebook jadi bagian penting saat ini… Yah gmana donk, biasa ngbrlnya cuma by YM.

“Haaaah, emang lo ga tau orangnya, jgn2 lo ga kenal ma orangnya”….. “Ya tau sih, kenal juga sih, cuma….”……… “Emang ga pernah ketemuan, or smsan, or telp2an???……. “Ketemu pernah, punya nomer HPnya iya, smsan pernah, telp2an pernah, tapi bisa diitung pake jari”………………….. “Ooo jadi seringnya ngbrl di YM??”…. “Umm sering banget sih ngga, cuma lebih sering aja dr sms or telp bahkan ketemu, hehehe”……… “Gubrak!!!! Dont u do something to help yourself honeyyy ???” …….. “Like what?? start to call or sms or say hai first??? no no no” ………. “Knp jadi sok gengsian gini ??” ….. “Ngga gengsi lha cuma jaga sikap aja, klo diajak atau ditegor ya ngbrl” …….. “Mo sampe kapan ???”….. “Hihihihi, kapan2 kali. Lagian udah lama ga ngobrol koq” ………. “Lah ???” ….

“Hehehe… ga ada apa2 koq diantara kita, mencoba realistis dan berbesar hati aja. Its just nice talking with him. Not good hopping too much while u already know the condition :) ” …….”Yeah rite, but u still waiting for his YM” ……….. “Needs time okay”……

Sampai menjelang waktu tidur belum juga OL, hmmm kemana ya ??? koq tumben ??? Then…. sign out and turn off the notebook… Good night…..

   “orang yg mencintaiku pastilah orang yg istimewa. Tak apa jika aku tidak bertemu dengannya sekarang, tapi aku yakin dia ada di luar sana”

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.